FILSAFAT SEJARAH HEGEL PDF

A Wattimena Metode di dalam Filsafat Hegel Pada bab sebelumnya saya sudah menjabarkan garis besar proyek filsafat kritis Immanuel Kant. Inti dari metode berpikir yang diajarkan Kant adalah pencarian kondisi-kondisi kemungkinan dari pengetahuan manusia, dan pencarian dasar rasional dari fenomena yang hendak diteliti. Filsafat Kant sangat mempengaruhi para filsuf setelahnya. Salah satu filsuf yang sangat dipengaruhi oleh Kant, namun juga melakukan kritik tajam terhadap Kant, adalah Hegel. Pada bab ini saya ingin mengajak anda mencecap sedikit gaya berpikir Hegel, terutama yang terkait dengan metodenya untuk memahami realitas.

Author:JoJozshura Togore
Country:Burkina Faso
Language:English (Spanish)
Genre:Art
Published (Last):10 December 2019
Pages:232
PDF File Size:2.21 Mb
ePub File Size:15.26 Mb
ISBN:652-3-98154-608-8
Downloads:80586
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Vigal



Secara khusus, ia mengembangkan konsep bahwa pikiran atau roh terwujud dalam serangkaian kontradiksi dan pertentangan yang pada akhirnya terintegrasi dan bersatu, tanpa menghilangkan kedua kutub atau mengurangi satu ke yang lain. Contoh kontradiksi tersebut termasuk yang antara alam dan kebebasan, dan antara imanensi dan transendensi. Bagian integral yang berpengaruh dalam memahami dan mengkaji sejarah dari sudut pandang filsafat.

Memandang sejarah bukan hanya masa lampau namun juga menjadi unsur perubahan dari masa ke masa. Beberapa tokoh bermunculan dari ranah filsafat sejarah,dan Hegel termasuk didalamnya.

Dia merupakan salah satu filsuf ternama yang dihasilkan Jerman sebagai sebuah tempat yang layak bagi lahirnya beberapa filsuf terkenal dan berpengaruh. Disamping Immmanuel Kant,Hegel memiliki konsistensi dalam berfikir dan kapabilitas rasio yang mampu menterjemahkan hidup dalam bentuk rumus dialektikanya yang terkenal.

Hegel seorang yang progresif dalam berfikir dan bertindak,meskipun tidak reaksioner dalam bersikap terhadap realitas. Filsafat Roh yang merupakan karakternya,yang dia akui merupakan hasil sintesa antara pemikiran Fichte dan Schelling dizaman pertumbuhan filsafat idealisme Jerman abad Dia cenderung memaknainya sebagai Roh Mutlak atau Idealisme Mutlak.

Makalah ini akan menjelaskan sedikit tentang Hegel, baik dari biografi, karya-karyanya dan juga pemikirannya. Ia lahir di Stuttgart, Jerman pada tahun Pendidikan Filsafat dan Teologinya di peroleh dari Universitas Tubingen. Hegel adalah Filosof idealis berlatar belakang Teolog, dan pada dirinya terpadu dua struktur bangunan Intelektual, Teologi dan Idealisme. Pada tahun dia bekerja dengan Schelling di Jena. Kemudian pada tahun Ia menjadi Profesor di Heidelberg, dan terahir di Berlin, kemudian dia meninggal pada tahun karena penyakit Kolera.

Karya tulisnya yang paling pokok adalah 1. Wissenschaft der Logik Science of Logic tahun 5. Dan masih banyak lagi karya lainnya. Rasionalisme Hegel Realitas bagi Hegel adalah Ruh, dan Alam semesta dalam beberapa hal adalah produk dan pikiran sehingga hal itu dapat dimengerti oleh pikiran. Hegel membangun filsafatnya dari suatu keyakina dasar tentang kesatuan Unity. Yang mutlak bukan sebagai the thing in itself ada dalam dirinya sendiri , bukan sesuatu kekuatan yang transenden dan bukan pula Ego subjektif, yang mutlak adalah proses dunia dalam dirinya sendiri a prosecess world itself yang aktif, dan Hegel menyebutnya ide absolute.

Hegel sangat mementingkan rasio. Tetapi, yang di maksudkan bukan saja rasio pada manusia perorangan, tetapi juga dan terutama rasio pada subjek absolute, karena Hegel pun menerima prinsip idealistis bahwa realitas seluruhnya harus di setarafkan dengan suatu subjek.

Maksudnya ialah bahwa luasnya rasio sama dengan luasnya realitas. Realitas seluruhnya adalah proses pemikiran Idea yang memikirkan dirinya sendiri. Realitas seluruhnya adalah ruh yang lambat laun menjadi sadar akan dirinya.

Dialektik Dialektik adalah metode yang digunakan Hegel Untuk menguraikan Filsafatnya. Atau dengan lebih tepat dapat di katakana bahwa dalam realitas berlangsunglah suatu dialektik.

Proses dialektik selalu terdiri atas tiga fase. Ada suatu fase pertama Tesis yang menampilkan lawannya antitesis , yaitu fase kedua kemudian timbullah fase ketiga yang mendamaikan fase pertama dan fase kedua Sintesis. Kata Aufgehoben mengandung tiga arti, yaitu: a mengesampingkan b Merawat, menyimpan, jadi tidak di tiadakan, melainkan di rawat dalam suatu kesatuan yang lebih tinggi dan di pelihara, c di tempatkan pada dataran yang lebih tinggi, dimana keduanya Tesis dan Antitesis tidak lagi berfungsi sebagai lawan yang saling mengucilkan.

Filsafat idealism subjektif sendiri mengajarkan Ego absolut ruh yang mengadakan alam nonego. Jadi, alam terletak dibawah ruh. Ruh Filsafat Ruh dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu dimulai dari ruh Subjektif sebagai tingkatan yang terendah, memanjat ke roh objektif, untuk akhirnya tiba dir uh Mutlak. Didalam ajaran tentang ruh subjektif yang masih dibalut oleh alam, tetapi yang telah berusaha melepaskan diri daripadanya. Ilmu filsafat yang membicarakan ruh berada dalam keadaanini disebut logika.

Dalam ajaran tentang roh objektif dibicarakan hal hukum dan moralitas atau kesusilaan etika. Disini kehendak rasional diobjektivir menjadi bentuk-bentuk hidup yang umum, dan idea tentang yang baik direalisir dalam lembaga-lembaga yang konkrit.

Bentuk dan nafsu alamiah diperluas sebagai hak dan kewajiban dalam bentuk-bentuk dasar kesusilaan. Sejarah Di atas sudah di uraikan bahwa realitas seluruhnya dianggap Hegel sebagai proses jadi sadarnya Roh Absolut. Hal, ini mengizinkan Hegel memberikan tempat khusus kepada sejarah. Dengan munculnya manusia, Roh sudah menjadi sadar akan diri sendiri belum dalam alam. Tetapi proses penyadaran ini berlangsung terus dalam sejarah manusia, hingga akhirnya mencapai titik penghabisan. Proses ini akan berakhir bila roh menjadi absolute, dalam arti sepenuh-penuhnya.

Dalam sejarah filsafat kita menyangsikan proses roh menjadi sadar akan dirinya. Bahkan sejarah filsafat merupakan bentuk tertinggi proses penyadaran itu. Hegel memandang semua perubahan bersifat historis dan Hegel memandang sejarah itu sebagai dialektika yang berlangsung dalam waktu. Dalam perkembangan ide yang dielektis itu, ya ng oleh Hegel disebut Logika, tak ada proposisi yang bisa diisanggah secara tetap dan sepenuhnya.

Serupa dengan hal itu, dalam dialektika sejarah, tak ada bintang yang sepenuhnya hilang. Setiap momen historis, dalam menegasi pendahuluannya, sekaligus mengambil apa pun yang signifikan di dalamnya dan melestarikannya sebagai aspek dari suatu realitas social yang lebih kaya dan lebih lengkap.

Jadi, menurut sudut pandang Hegel, setiap generasi yang baru bisa menganggap dirinya sekaligus penghancur, pelestari, dan penyempurna kebudayaan yang ia warisi dari pendahulunya.

Hingga batas tertentu, kultur Eropa Barat merupakan sesuatu yang baru di dunia ini. Akan tetapi, apapun yang penting dalam kebudayaan Yunani, Roma, Yudea, dan Kristianitas abad pertengahan kendati telah di ubah dan hingga taraf tertentu juga telah di lampaui, tidak pernah benar-benar lenyap.

Pemikiran Tokoh Hegel memang bukan seorang politikus namun dialektikanya mampu menjadi inspirasi para politikus dalam melakukan kajian politik dan sosial. Sehingga terkadang menjadi pisau analisis yang cukup akurat dalam memandang realitas. Namun dia memandang justru kebebasan merupakan wujud pengakuan dan penerimaan sadar manusia atas suatu sistem nilai dalam hidup,seperti nilai yang terkandung dalam ajaran agama kristen.

Hingga terbukti pembuktian — pembuktian ilmiah yang dihasilkan. Dari sanalah filsafat sejarah layak ditempatkan, sebagai bagian yang utuh dari dunia kefilsafatan. Dia juga memandang bahwa sejarah merupakan suatu kondisi perubahan atas realitas yang terjadi, dia pula yang menyatakan sejarah menjadi sebuah hasil dari dialektika,menuju suatu kondisi yang sepenuhnya rasional. Menurutnya dialektika merupakan proses restorasi yang perkembangannya berasal dari kesadaran diri yang akhirnya akan mencapai kesatuan dan kebebasan yang berasal dari pengetahuan diri yang sempurna,dia pula merupakan suatu aktvitas peningkatan kesadaran diri atas pikiran yang menempatkan objek-objek yang nampak independen kearah rasional.

Dialektika Hegel menjadikan akhir sesuatu menjadi awal kembali. Thesis merupakan perwujudan atas pandangan tertentu,antithesis menempatkan dirinya sebagai opisisi,serta sinthesis merupakan hasil rekonsiliasi atas pertentangan sebelumnya yang kemudian akan menjadi sebuah thesis baru.

Dan begitu seterusnya. Sehingga ketiganya merupakan pertentangan yang kelak menjadi kesatuan utuh dalam realitas. Yang kemudian itu akan kembali menjadi telur,dan terus seperti itu. Sehingga dialektika merupakan proses pergerakan yang dinamis menuju perubahan. Pemikirannya tentang Roh Mutlak atau absolut dapat dilalui dengan pendekatan filsafat,agama dan seni,sehingga beliau senantiasa mengkaji dan menguasai ketiga komponen yang juga mempengaruhi pemikiran Hegel selama ini.

Pengkajiannya yang begitu ketat,yang kemudian memutuskan bahwa filsafat-lah yang memiliki tingkat pemahaman yang lebih yang mampu menuju kepemahaman mengenai hakekat Roh Mutlak,dikarenakan sifatnya yang konseptual dan rasional. Disamping pemikirannya yang menjunjung kebebasan sebagai unsur pada keberadaan Roh Mutlak. Dia meyakini adanya essensi Roh Mutlak adalah ketidakterikatan atau kebebasan. Komponen yang kemudian melahirkan konsepsi sosial-politik dalam negara.

Sehingga menurutnya kondisi realitas merupakan riil ada,dan sesuatu yang riil merupakan realitas tersebut. Bukan berarti sesuatu yang tidak riil itu bukan realitas,namun disanalah ruang telaah yang mendalam perlu mendapat tempat. Cukup banyak para pemikir atau filsuf yang menganggap Hegel merupakan filsuf abstraksi, padahal secara kasat mata sesungguhnya dia sedang menampilkan suatu bentuk konkretisasi dalam mengolah pikirannya sendiri.

Bahkan dirinya sempat mengkritik gaya abstraksi dari rasionalisme abad Gaya bahasa yang terlalu luas dan mendalam kadang malah mempersulit dalam mencari sebuah hakekat pikiran itu sendiri. Sehingga konkretisasi pikiran Hegel nampak dalam beberapa artikel dan buku karyanya yang mencoba menampilkan aktualisasi pikirannya yang mampu menjawab realitas.

Penutup Apa yang diungkapkan dalam makalah ini hanyalah ringkasan pemikiran filsafat Hegel. Pemikiran filsafat Hegel menempatkan totalitas realitas sebagai suatu kebenaran yang berproses menemukan kepenuhannya. Segenap realitas adalah proses ide yang memikirkan dirinya sendiri. Hanya saja, Hegel menempatakan proses kepenuhan itu hanyalah muslihat Roh Absolut semata. Jadi seperti orang buta yang dituntun untuk bekerja oleh Roh absolut tersebut.

Dan karena kematangan Roh Absolut itulah pendamaian segala sesuatu dalam sejarah. Hegel adalah filsuf yang memiliki konsep-konsep Begriff filsafat yang ia rancang sendiri.

Dengan begitu, kita dapat melihat style berfilsafat Hegel yang mau meransang bagaimana kita menemukan Style kita sendiri dalam berfilsafat. Kalau demikian, Hegel telah mewariskan pengalaman intelektual yang luar bisa bagi kita.

2N6505 DATASHEET PDF

Hegel dan Dialektika

Literatur sekunder[ sunting sunting sumber ] Theodor W. Adorno , Hegel: Three Studies. MIT Press. Terjemahan oleh Shierry M. Nicholsen, dengan pengantar oleh Nicholsen dan Jeremy J.

THE SOFT EDGE RICH KARLGAARD PDF

FILSAFAT SEJARAH: G.W.F. HEGEL

Secara khusus, ia mengembangkan konsep bahwa pikiran atau roh terwujud dalam serangkaian kontradiksi dan pertentangan yang pada akhirnya terintegrasi dan bersatu, tanpa menghilangkan kedua kutub atau mengurangi satu ke yang lain. Contoh kontradiksi tersebut termasuk yang antara alam dan kebebasan, dan antara imanensi dan transendensi. Bagian integral yang berpengaruh dalam memahami dan mengkaji sejarah dari sudut pandang filsafat. Memandang sejarah bukan hanya masa lampau namun juga menjadi unsur perubahan dari masa ke masa. Beberapa tokoh bermunculan dari ranah filsafat sejarah,dan Hegel termasuk didalamnya.

HOODS CARL FELLSTROM PDF

Georg Wilhelm Friedrich Hegel

Ketertarikanya pada penulis- penulis Yunani, plato dan Aristoteles yang membawanya untuk menekuni teologi di sekolah Tubingen pada usia 18 tahun. Di tempat ini juga ia menaruh perhatian pada hubungan antara filsafat dan teologi yang menjadi embrio dari Pemikiran Hegel di kemudian hari. Sehingga sangat mempengaruhi dalam memandang sejarah secara global. Hegel dikenal sebagai filsuf yang menggunakan dialektika sebagai metode berfilsafat.

Related Articles