GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN PDF

Tanggalnya gigi sulung secara dini disebabkan oleh kerusakan gigi atau karena faktor genetik. Tanggalnya gigi mengakibatkan migrasi gigi tetangga dan antagonisnya untuk mengisi ruang yang kosong sehingga akan terjadi maloklusi. Pemakaian gigi tiruan sebagian lepasan ditujukan untuk mengembalikan fungsi mastikasi, mencegah gangguan bicara dan dapat mengembalikan rasa percaya diri pada anak, terutama jika dilihat dari segi estetik. Perawatan dengan menggunakan gigi tiruan sebagian lepasan anak dilakukan dengan mempertimbangkan pertumbuhan dan perkembangan gigi dan rahang. Selama periode pertumbuhan gigi tiruan memerlukan penyesuaian secara periodik dan terusmenerus, sehingga disain gigi tiruan sebagian lepasan yang dibuat tidak menghambat pertumbuhan. Gigi tiruan sebagian lepasan merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengganti gigi yang hilang, selain itu diharapkan dapat mengembalikan fungsi mastikasi, bicara dan penampilan.

Author:Dajinn Grojinn
Country:Canada
Language:English (Spanish)
Genre:Medical
Published (Last):23 April 2004
Pages:72
PDF File Size:11.89 Mb
ePub File Size:8.89 Mb
ISBN:735-8-55037-764-5
Downloads:96855
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kaganos



Pengertian gigi tiruan sebagian GTS menurut Osborne , adalah gigi tiruan yang mengganti gigi asli yang hilang sebagian dapat dilepas oleh pasien. Menurut Mc. Craken , GTS adalah suatu restorasi prostetik yang mengganti gigi asli yang hilang dan bagian lain rahang yang tidak bergigi sebagian, mendapat dukungan terutama dari jaringan dibawahnya dan sebagian dari gigi asli yang masih tinggalakan menjadi gigi pegangan.

Gigi tiruan secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu gigi tiruan penuh dan gigi tiruan sebagian. Gigi tiruan penuh dibuat pada pasien yang sudah kehilangan seluruh gigi geliginya, sedangkan gigi tiruan lepasan dibuat bila masih ada sebagian gigi yang tersisa.

Gigi tiruan sebagian dapat dibagi lagi menjadi gigi tiruan lepasan yang dapat dilepas pasang sendiri oleh pasien dan gigi tiruan cekat yang disemenkan ke gigi pasien secara permanen. Haryanto, Bagian jaringan mulut yang menahan komponen vertical dari gaya kunyah merupakan bagian yang memberikan dukungan support bagi gigi geligi tiruan sebagian dan dapat meliputi beberapa atau semua gigi yang masih ada, serta sisa tulang alveolar linger sisa. Sisa tulang alveolar, disebut pula residual ridge atau edentulous ridge adalah bagian tulang alveolar yang masih ada setelah tulang alveoli tertutup atau menghilang dari prosesus alveolaris beberapa waktu setelah pencabutan gigi.

Bila tidak memenuhi syarat untuk suatu gigi tiruan cekat: a. Usia Usia pasien masih muda, ruang pulpa masih besar, panjang mahkota klinis masih kurang. Pasien usia lanjut dengan kesehatan umum yang buruk, karena perawatannya memerlukan waktu yang lama. Panjang daerah edentulous tida memenuhi syarat Hukum Ante c.

Kehilangan tuang yang banyak pada daerah edentulous. Tidak ada abutment gigi posterior pada ruang edentulous free end saddle. Bila dukungan sisa gigi asli kurang sehat. Bila dibutuhkan stabilisasi dari lengkung yang berseberangan. Bila membutuhkan estetik yang lebih baik. Bila dibutuhkan gigi segera setelah dicabut. Keinginan pasien 3.

Penderita yang tidak kooperatif, sifat tidak menghargai perawatan gigi tiruan. Umur lanjut, mempertimbangkan sifat dan kondisi penderita sebaiknya dibuatkan GT temporer. Penyakit sistemik epilepsy, DM tidak terkontrol 4. OH jelek. Migrasi dan rotasi gigi Hilangnya kesinambungan pada lengkung gigi dapat menyebabkan pergeseran, miring atau berputarnya gigi.

Gigi yang miring lebih sulit dibersihkan, sehingga aktivitas karies dapat meningkat. Erupsi berlebih Bila gigi sudah tidak mempunyai antagonis lagi, maka akan terjadi erupsi berebih overeruption. Erupsi berlebih dapa terjadi tanpa atau disertai pertumbuhan tulang alveolar. Bila hal ini terjadi tanpa pertumbuhan tulang alveolar, maka struktur periodontal akan mengalami kemunduran sehingga gigi mulai ekstrusi. Bila terjadinya hal ini disertai pertumbuhan tulang alveolar berlebih, maka akna menimbulkan kesulitan jika pada suatu hari penderita perlu dibuatkan gigi tiruan lengkap.

Penurunan efisiensi kunyah Mereka yang sudah kehilangan cukup banyak gigi, apalagi yang belakang akan merasakan betapa efisiensi kunyahnya menurun.

Pada kelompok orang yang ditnya cukup lunak, hal ini mungkin tidak terlalu berpengaruh maklum pada masa kini banyak jenis makanan yag dapat dicerna hanya dengan sedikit proses kunyah saja. Gangguan pada sendi temporo-mandibula Kebiasaan mengunyah yang buruk, penutupan berlebih over closure hubungan rahang yang eksentrik akibat keilangan gigi, dapat menyebabkan gangguan pada struktur sendi rahang.

Beban berlebih pada jaringan pendukung Bila penderita sudah kehilangn sebagian gigi aslinya, maka gigi yang masi ada akan menerima tekanan mastikasi lebih besar sehingga terjadi pembebanan berlebih over loading.

Hal ini akan mengakibatkan kerusakan membrane periodontal dan lama kelamaan gigi tadi menjadi goyang dan akhirnya terpaksa dicabut. Kelainan bicara Kehilangan gigi depan atas dan bawah seringkali menyebabkan kelainan bicara, kaena gigi khususnya yang depan- termasuk bagian organ fonetik.

Memburuknya penampilan Menjadi buruknya penampilan loss of appearance karena kehilangan gigi depan akan mengurangi daya tarik wajah seseorang. Apalagi dari segi pandang manusia modern. Terganggunya kebersihan mulut Migrasi dan rotasi gigi menyebabkan gigi kehilangan kontak dengan tatangganya, demikian pula gigi yang kehilangan lawan gigitnya. Adanya ruang interproksimal tidak wajar ini mengakibatkan celah antar gigi mudah disisipi sisa makanan.

Dengan sendirinya kebersihan mulut jadi terganggu dan mudah terjadi plak. Plak tahap berikut terjadinya karies gigi dapat meningkat. Atrisi Pada kasus tertentu dimana membrane periodontal gigi asli masih menerima beban berlebihan, tidak akan mengalami kerusakan, malahan tetap sehat.

Toleransi terhadap beban ini biasa berwujud atrisi pada gigigigi tadi, sehingga dalam jangka waktu panjang akan terjadi pengurangan dimensi vertical wajah pada saat gigi dalam keadaan oklusi sentrik.

Efek terhadap jaringan lunak mulut Bila ada gigi yang hilang, ruang yang ditinggalkannya akan ditempati jaringan lunak pipi dan lidah. Jika berlangsung lama, hal ini menyebabkan kesukaran adaptasi terhadap geligi tiruan yang kemudian dibuat, karena terdesaknya kembali jaringan lunak tadi dari tempat yang ditempati protesis.

Dalam hal seperti ini, pemakaian geligi tiruan akan dirasakan sebagai suatu benda asing yang cukup mengganggu. Kennedy b. Swenson c. Austin Lidge d. Applegate Kennedy 3. Klasifikasi hendaknya dibuat setelah semua pencabutan gigi selesai dilaksanakan atau gigi yang diindikasikan untuk dicabut selesai dicabut. Bila gigi M3 hilang dan tidak akan diganti, gigi ini tidak termasuk dalam klasifikasi.

Bila gigi M3 masih ada dan akan digunakan sebagai pengganti, gigi ini dimasukkan klasifikasi 4. M2 hilang tidak akan diganti jika antagonisnya sudah hilang. Bagian tidak bergigi paling posterior menentukan Klas utama dalam klasifikasi. Daerah tidak bergigi lain daripada yang sudah ditetapkan dalam klasifikasi masuk dalam modifikasi dan disebut sesuai dengan jumlah daerah atau ruangannya. Banyaknya modifikasi ditentukan oleh banyaknya ruangan yang tidak bergigi. Tidak ada modifikasi pada klasifikasi Kennedy Klas IV.

Klasifikasi Kennedy ada 4 Klas: 1. Kelas I 2. Kelas III Daerah yang tidak bergigi terletak diantara gigi yang masih ada dibagian posterior. Untuk kelas ini tidak ada modifikasi. Kelas I a. Daerah yang tidak bergigi sama dengan klasifikasi Kennedy.

Keadaan ini sering dijumpai pada rahang bawah dan biasanya telah beberapa tahun kehilangan gigi. Secara klinis dijumpai: Derajat resorbsi residual ridge bervariasi. Jarak antar lengkung rahang bagian posterior biasanya sudah mengecil. Gigi asli yang masih tinggal sudah migrasi ke dalam berbagai posisi. Gigi antagonis sudah ekstrusi dalam berbagai derajat Jumlah gigi yang masih tertinggal bagian anterior umumnya sekitar 6 10 gigi.

Ada kemungkinan dijumpai kelainan sendi temporomandibula. Indikasi pelayanan prostodonsia: Gigi tiruan sebagian lepasan dengan desain bilateral dan perluasan basis distal 2. Secara klinis dijumpai keadaan: a. Resorbsi tulang alveolar terlibat lebih banyak b. Gigi antagonis relatif lebih ekstrusi dan tidak teratur. Ekstrusi menyebabkan rumitnya pembuatan restorasi pada gigi antagonis. Pada kasus ekstrim karena tertundanya pembuatan gigi tiruan untuk jangka waktu tertntu karena perlu pencabutan satu atau lebih gigi antagonis.

Karena pengunyahan satu sisi, sering dijumpai kelainan sendi temporomandibula. Indikasi pelayanan prostodonsia: Gigi tiruan sebagian lepasan disain bilateral perluasan basis distal.

Kelas III Keadaan tidak bergigi paradental dengan kedua gigi tetangga, tidak lagi mampu memberi dukungan kepada gigi tiruan secara keseluruhan. Daerah tidak bergigi sudah panjang.

Bentuk dan panjang akar gigi kurang memadai c. Tulang pendukung mengalami resorbsi cervikal dan atau disertai goyangnya gigi secara berlebihan. Beban oklusal berlebihan e.

Indikasi pelayanan prostodonsi; Gigi tiruan sebagian lepasan dukungan gigi dengan desain bilateral. Kelas IV a. Daerah tidak bergigi sama dengan klas IV Kennedy. Pada umumnya untuk klas ini dapat dibuat gigi tiruan sebagian lepasan bila: Tulang alveolar sudah banyak hilang, seperti pada kasus akibat trauma Gigi harus disusun dengan "overjet" besar, sehingga dibutuhkan banyak gigi pendukung.

Dibutuhkan distribusi merata melalui lebih banyak gigi penahan, pada pasien dengan daya kunyah besar. Diperlukan dukungan danretensi tambahan dari gigi penahan Mulut pasien depresif, sehingga perlu penebalan sayap untuk memenuhi faktor estetik Indikasi pelayanan Prosthodontic Klas IV: a Geligi tiruan cekat, bila gigi gigi tetangga masih kuat b Geligi tiruan sebagian lepasan dengan desain bilateral dan dukungan gigi atau jaringan atau kombinasi.

Kelas V a. Daerah tak bergigi paradental, dimana gigi asli anterior tidak dapat dipakai sebagai gigi penahan atau tak mampu menahan daya kunyah b. Kasus seperti ini banyak dijumpai pada rahang atas karena gigi caninus yang dicabut karena malposisi atau terjadinya kecelakaan c. Gigi bagian anterior kurang disukai sebagai gigi penahan, biasanya karena salah satu alasan berikut ini: Daerah tak bergigi sangat panjang Daya kunyah pasien berlebihan Bentuk atau panjang akar gigi penahan kurang memadai Tulang pendukung lemah, penguatan dengan splin tidak diharapkan, dan sekalipun dilakukan tetap tidak memberikan tetap dukungan yang memadai, dirasakan perlunya mempertahankan geligi yang masih tinggal ini d.

Indikasi pelayanan Prosthodontik kelas V: Geligi tiruan sebagian lepasan dengan desain bilateral dan prinsip basis berujung bebas tetapi di bagian anterior. Kelas VI a. Daerah tak bergigi paradental dengan ke dua gigi tetangga gigi asli dapat dipakai sebagai gigi penahan.

Kasus seperti ini sering kali merupakan daerah tak bergigi yang terjadi pertama kalinya dalam mulut b. Biasanya dijumpai keadaan klinis: 1.

ATEN VS881 PDF

Gigi Tiruan Sebagian Lepasan

Pengertian gigi tiruan sebagian GTS menurut Osborne , adalah gigi tiruan yang mengganti gigi asli yang hilang sebagian dapat dilepas oleh pasien. Menurut Mc. Craken , GTS adalah suatu restorasi prostetik yang mengganti gigi asli yang hilang dan bagian lain rahang yang tidak bergigi sebagian, mendapat dukungan terutama dari jaringan dibawahnya dan sebagian dari gigi asli yang masih tinggalakan menjadi gigi pegangan. Gigi tiruan secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu gigi tiruan penuh dan gigi tiruan sebagian. Gigi tiruan penuh dibuat pada pasien yang sudah kehilangan seluruh gigi geliginya, sedangkan gigi tiruan lepasan dibuat bila masih ada sebagian gigi yang tersisa.

LES FONDAMENTAUX DE LA NATATION PEDROLETTI PDF

Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Pada Anak

Tujuan : Untuk pembuatan sendok cetak fisiologis dan survey pendahuluan. Bahan : Hydrocolloid Irreversible alginate c. Cara mencetak : 1. Dudukkan pasien di denta unit dengan posisi badan yang tegak 2.

LAWRENCE CONLON DIFFERENTIABLE MANIFOLDS PDF

Penjelasan Singkat Gigi Tiruan Sebagian Lepasan (GTSL)

Aqsa Sjuhada Oki selaku dosen pembimbing penyusunan tulisan ini atas bimbingan, arahan, serta perkuliahannya yang membantu penyelesaian makalah ini. Akibat kehilangan gigi tanpa pergantian Fungsi gigi tiruan sebagian lepasan Dampak pemakaian GTSL Dukungan gigi Dukungan jaringan Dukungan kombinasi

Related Articles