KLASIFIKASI FILUM ARTHROPODA PDF

Posted by Muh. Janualdi Friday, 11 April 5 comments Filum Arthropoda : Pengertian, Ciri-ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Contoh Filum Arthropoda : Pengertian, Ciri-ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Contoh - Arthropoda adalah hewan tak bertulang belakang yang memiliki tubuh beruas-ruas atau bersegmen dan kaki yang bersendi. Arthropoda berasal dari Bahasa Yunani, yaitu arthros sendi atau ruas dan podos kaki. Ciri-ciri Filum Arthropoda antara lain : Jumlah kaki mengalami modifikasi sesuai dengan kelasnya. Memiliki rangka luar yang tersusun oleh kitin. Tubuh simetri bilateral, bersegmen.

Author:Tushicage Nigor
Country:Guyana
Language:English (Spanish)
Genre:Love
Published (Last):27 February 2004
Pages:355
PDF File Size:7.71 Mb
ePub File Size:18.90 Mb
ISBN:235-8-89311-406-5
Downloads:87352
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Vudobei



Artropoda biasa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan lingkungan udara, termasuk berbagai bentuk simbiosis dan parasit.

Artropoda juga dikenal dengan nama hewan berbuku-buku atau hewan beruas. Lebih singkatnya, pengertian arthropoda adalah hewan yang memiliki kaki bersendi-sendi. Ciri-Ciri Arthropoda Arthropoda termasuk hewan triploblastik seloman. Arthropoda berasal dari bahasa Yunani, yaitu arthron yang bersendi dan podos yang berarti kaki.

Jadi, Arthropoda adalah hewan yang memiliki kaki bersendi-sendi. Tubuh Arthropoda terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kepala caput , dada toraks , dan perut abdomen. Pada kepala terdapat dua pasang antena, rahang atas maksila , dan rahang bawah mandibula. Di bagian dada terdapat kaki dan sayap. Bagian perut tersusun atas beberapa segmen. Baca Juga : Pengertian Mollusca Kerangka luar eksoskeleton Arthropoda yang keras tersusun atas zat kitin.

Arthropoda memiliki sistem saraf tangga tali dan alat peraba berupa antena. Sistem pencemaan makanannya sudah sempurna. Arthropoda memiliki sistem peredaran darah terbuka dengan jantung pembuluh.

Sistem respirasi dengan insang, trakea, permukaan tubuh, dan paru-paru buku. Sistem ekskresi dengan kelenjar hijau dan pembuluh Malpighi. Reproduksi berlangsung secara seksual dan aseksual partenogenesis dan paedogenesis , ada hewan jantan dan betina. Lebih lengkapnya, ciri atau karakteristik arthropoda diantaranya yaitu: Memiliki 3 bagian tubuh utama yaitu tubuh bersegmen ruas , rangka luar eksoskeleton yang keras, dan ekor.

Tubuh dibungkus oleh kutikula sebagai rangka luar yang terbuat dari protein dan kitin. Esoskleten bersifat kaku dan keras dan dapat mengalami pergantian pada kurun waktu tertentu yang disebut eksidisis. Ukuran tubuh bervariasi. Sifat hidup: parasit, heterotropik, dan hidup secara bebas. Alat pernapasan: Trakea, insang, dan paru-paru berbuku Alat pencernaan lengkap mulut, kerongkongan, usus, dan anus Bereproduksi secara seksual dan aseksual. Sistem saraf berupa tangga tali dan alat peraba berupa antena Hidup di darat, air tawar dan laut.

Sistem peredaran darah terbuka, darah tidak memiliki hemoglobin. Sistem Organ Arthropoda Sistem Pencernaan Arthropoda Pencernaan arthropoda merupakan sistem pencernaan yang sempurna dengan dilengkapi alat pencernaan lengkap yang terdiri dari mulut, kerongkongan, usus, dan anus. Mulut dilengkapi dengan alat-alat mulut dan anus terdapat di segmen posterior.

Sistem Peredaran Darah Arthropoda Peredaran darah Arthropoda adalah terbuka dan darahnya berwarna biru, karena mengandung hemosianin. Sistem Pernapasan Arthropoda Arthropoda memiliki sistem pernapasan berupa trakea, insang, paru-paru buku atau melalui seluruh permukaan tubuhnya.

Sistem Ekskresi Arthropoda Arthropoda memiliki sistem ekskresi yang berupa kelenjar hijau atau dengan pembuluh malpigih yang ada pada usus belakang. Sistem Saraf Arthropoda Sistem saraf arthropoda berupa tangga tali dan alat peraba yang berupa antena. Ganglia berfungsi sebagai pusat refleks dan pengendalian seluruh kegiatan. Baca juga : Pengertian Echinodermata Sistem Reproduksi Arthropoda Reproduksi arthropoda dilakukan secara seksual dan aseksual partenogenesis dan paedogenesis.

Sistem reproduksi arthropoda adalah terpisah, artinya ada hewan jantan dan ada juga hewan betina. Cara Reproduksi Arthropoda Arthropoda bereproduksi secara generatif. Pada umumnya, gonokoris atau alat kelamin terletak pada individu yang berbeda, tapi ada juga yang hermafrodit. Reproduksi arthropoda bisa terjadi melalui perkawinan kopulasi dan partenogenesis. Partenogenesis adalah pembentukan individu baru tanpa melalui pembuahan, di mana sel telur yang tidak dibuahi oleh sperma akan tumbuh menjadi individu jantan yang memiliki jumlah kromosom separuh dan individu betina.

Klasifikasi Arthropoda Arhtropoda dikelompokkan dalam empat kelas, yaitu Crustacea udang-udangan , Arachnidae laba-laba , Myriapoda lipan , dan Insecta serangga. Kelas Crustacea Udang-Udangan Crustacea sering dinamakan udang-udangan. Ciri- ciri umum Crustacea, yaitu memiliki eksoskeleton yang bersendi-sendi terbuat dari zat kapur kitin. Kerangka luar di bagian kepala-dada disebut karapaks. Bagian kepala dengan ujung meruncing disebut rostrum. Di bawahnya terdapat mata bertangkai.

Dengan adanya eksoskeleton atau kerangka luar, udang memiliki kulit yang keras. Fungsinya adalah melindungi alat-alat dalam. Di bagian belakang tubuh, terdapat alat kemudi semacam ekor.

Alat kemudi bagian atas disebut telson dan bagian bawah disebut uropoda. Telson dan uropoda merupakan modifikasi kaki renang yang berubah fungsi menjadi kemudi. Crustacea berproduksi secara seksual. Alat kelaminnya terpisah pada dua individu berbeda, yaitu jantan dan betina. Hewan ini mengalami pergantian kulit yang terjadi secara periodik, disebut ekdisis. Crustacea memiliki susunan saraf tangga tali.

Selain itu, tubuhnya dilengkapi dengan indra peraba dan alat keseimbangan yang disebut statokis di dasar antenulae untuk mengetahui posisi tubuh Crustacea.

Crustacea dibagi menjadi dua subkelas, yaitu subkelas Enteromostraca dan subkelas Malacostraca. Subkelas Enteromostraca Enteromostraea merupakan udang tingkat rendah, yaitu udang yang bersifat sebagai zooplankton. Enteromostraca dibedakan menjadi ordo Branchiopoda. Ostracoda, Copepoda, dan Cirripedia. Branchiopoda memiliki tubuh transparan dan menembus cahaya. Tubuhnya berukuran 0, cm. Contohnya Daphnia sp. Ostracoda mempunyai ukuran tubuh hanya beberapa milimeter, contohnya Gammarus sp.

Copepoda mempunyai tubuh yang dapat dibedakan atas sefalotoraks dan abdomen. Bentuk larvanya disebut nauplius. Nauplius mengalami ekdisis menjadi metanauplius yang hidup parasit pada ikan. Lemcieci cyprinaceae. Cirripedia hidup di laut, menempel pada batu-batuan, melekat pada kapal atau mengapung di permukaan laut. Selain itu, ada juga yang parasit pact paus, kura-kura, dan hewan lain.

Subkelas Malacostraca Malacostraca merupakan udang tingkat tinggi, yaitu kelompok udang yang hidup sebagai predator. Padi umumnya tubuh Malacostraca terdiri atas 14 segmen: 8 segmen sefalotoraks dan 6 segmen abdomen. Salah san. Baca Juga : Kelas Arthropoda Decapoda memiliki kaki sepuluh 5 pasang pada segmen dada. Tiga pasang kaki paling depan mengalami perubahan fungsi sebagai rahang. Pada segmen perut ada 6 kaki dan berakhir dengan ekor.

Karapaks melindungi sefalotoraks dan insang. Organisme yang termasuk Malacostraca, antara lain Pepcmus sp. Udang dan kepiting yang termasuk Decapoda dimanfaatkan sebagai bahan makanan karena merupakan sumber protein tinggi.

Kelompok Enteromostraca udang tingkat rendah merupakan zooplankton yang penting bagi perikanan. Beberapa Copepoda merupakan parasit pada ikan. Isopoda merupakan penggerek kayu yang dapat merusak kapal atau perahu. Kelas Arachnida Laba-Laba Ciri-ciri umum Arachnida diantaranya yaitu: Tubuh terdiri atas kepala-dada yang menyatu dengan perut serta dilengkapi dengan beberapa pasang mata tunggal Tubuh memiliki empat pasang kaki.

Sistem respirasi dengan paru-paru buku. Sistem peredaran darahnya terbuka. Sistem pencernaan makannya sudah sempurna, memiliki lima pasang usus buntu. Sistem saraf tangga tali. Baca Juga : Platyhelminthes Cacing Pipih Alat mulut yang pertama arthropoda disebut kelisera yang berupa alat berbentuk catut dan dilengkapi dengan kelenjar racun untuk melumpuhkan musuh mangsa.

Alat mulut kedua disebut pedipalpus, berbentuk seperti gunting untuk memegang pada kalajengking , untuk alat gerak pada Limulus , dan untuk memasukkan sperma ke tubuh betina pada laba-laba. Laba-laba memiliki organ di depan anus yang menghasilkan benang sutra disebut spineret. Spineret mampu menghasilkan benang-benang yang bisa dianyam menjadi jaring untuk membuat sarang dan untuk menangkap mangsa. Arachnida dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu Scorpionida, Arachnida, dan Acarina Scorpionida Scorpionida memiliki pedipalpus berbentuk seperti capit, sedangkan keliseranya berukuran kecil.

Segmen terakhir tubuhnya sering disebut ekor mempunyai alat penyengat untuk melumpuhkan mangsa. Contoh Scorpionida, yaitu Heterometrus cyaneus kalajengking biru , Buthus sp. Arachnida Arachnida mencakup laba-laba. Kelompok ini dapat membuat jaring untuk menangkap mangsa. Mengapa hewan lain yang menjadi mangsanya dapat terjerat dan melekat pada jaring tersebut, sedangkan laba-laba dapat bergerak bebas dan tidak terjerat pada jaringnya?

Hal ini dapat terjadi karena laba-laba mempunyai kelenjar minyak antirekat di kakinya. Laba-laba menghasilkan benang untuk menjerat mangsa, untuk keperluan kopulasi perkawinan , dan untuk menyelubungi telur. Setiap benang tersebut memiliki bentuk dan keuletan yang berbeda-beda. Contoh Arachnida, yaitu Ueteropoda venatoria laba-laba pemburu , Nephila maculata kemlandingan , Lactrodectus natans dan Loxosceles reclusa laba-laba beracun , serta Mastigopractus giganteus laba-laba raksasa.

DIJITAL FOTORAFNN EL KITAB PDF

4 Klasifikasi Arthropoda dan Contohnya (Arachnida, Crustacea, Myriapoda, Insecta)

Artropoda biasa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan lingkungan udara, termasuk berbagai bentuk simbiosis dan parasit. Artropoda juga dikenal dengan nama hewan berbuku-buku atau hewan beruas. Lebih singkatnya, pengertian arthropoda adalah hewan yang memiliki kaki bersendi-sendi. Ciri-Ciri Arthropoda Arthropoda termasuk hewan triploblastik seloman.

EBOOK BUDIDAYA JAMUR TIRAM PDF

√ Pengertian Arthropoda

Segmen tersebut juga terdapat pada tubuhnya. Tubuh Arthropoda merupakan simeri bilateral dan tergolong tripoblastik selomata. Ukuran dan bentuk tubuh Ukuran tubuh Arthropoda sangat beragam, beberapa diantaranya memiliki panjang lebih dari 60 cm. Begitu pula dengan bentuk Arthropoda pun beragam.

AMERICAN FASCISTS CHRIS HEDGES PDF

Pengertian Arthropoda

Rabu, 10 Februari Jaringan Hewan Edit Arthropoda merupakan filum yang paling kaya akan jenis spesiesnya. Tempat hidupnya tersebar dari daratan, air tawar, dan air laut. Anggota Filum Arthropoda tubuhnya berbuku-buku dan memiliki eksoskeleton. Tubuhnya dilapisi oleh epikutikula yang terdiri atas kitin hasil sekresi hipodermis. Tubuh dan kakinya terbagi menjadi segmen-segmen.

KURSFORTEGNELSE SKJEMA PDF

Pengertian, Ciri-Ciri, dan Klasifikasi Arthropoda

Posting terkait: Pengertian Arthropoda Arthropoda ini merupakan salah satu filum di dalam kingdom animalia yang merupakan sebuah filum yang terbesar di dalam pengelompokkan makhluk hidup. Oleh sebab itu arthropoda juga dikenal dengan sebutan hewan beruas-ruas atau juga hewan tersegmentasi. Ciri-Ciri Arthropoda Dengan berdasarkan penjelasan diatas, maka kita bisa atau dapat merangkum beberapa ciri utama filum arthropoda dengan secara umum, yakni : Arthropoda ini adalah hewan dengan badan beruas yang mempunyai banyak kaki. Arthropoda mempunyai eksoskeleton, yakni pelindung atau juga kerangka luar tubuh keras serta kuat yang terbuat dari zat kitin. Habitat arthropoda ini sangatlah luas, mereka bisa atau dapat ditemukan hampir di seluruh tempat Arthropoda ini bisa atau dapat bereproduksi dengan secara seksual atau juga aseksual, sistem sarafnya ini ialah sistem saraf tangga tali, sistem peredaran darah terbuka, sistem pencernaan sempurna, organ utama dari sistem eksresinya ialah badan malphigi, serta juga sistem pernapasannya beragam tergantung kepada spesiesnya. Terdapat 4 kelas arthropoda, yakni Crustacea udang-udangan , arachnida Laba-laba , Myriapoda kaki banyak , serta insecta serangga. Struktur Tubuh Arthropoda Disebabkan karna anggotanya yang sangat banyak, maka struktur tubuh arthropoda yang beragam tergantung kepada kelompoknya masing-masing.

Related Articles