MAKALAH SALMONELLA TYPHI PDF

Oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca yang sifatnya membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata semoga makalah ini dapar berguna bagi kita semua umumnya dan terlebih bagi kami penulis khususnya. Banjarbaru,12 april m. Latar Belakang Rumusan Masalah

Author:Tazil Gakora
Country:Poland
Language:English (Spanish)
Genre:Politics
Published (Last):24 May 2008
Pages:198
PDF File Size:16.45 Mb
ePub File Size:4.35 Mb
ISBN:253-9-74548-312-8
Downloads:98940
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mishakar



Oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca yang sifatnya membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata semoga makalah ini dapar berguna bagi kita semua umumnya dan terlebih bagi kami penulis khususnya. Banjarbaru,12 april m. Latar Belakang Rumusan Masalah Sifat Bakteri Salmonella Typhi Struktur Antigen Faktor Virulensi Cara Pemeriksaan Laboratorium Latar Belakang Di seluruh dunia, demam typhus mempengaruhi sekitar 17 juta orang per tahun, menyebabkan hampir Agen penyebabnya, Salmonella typhi enterica disebut sebagai Salmonella typhi dari sekarang , adalah parasit obligat yang tidak memiliki reservoir alami yang dikenal di luar manusia.

Sedikit yang diketahui tentang sejarah munculnya infeksi almonella typhi manusia, namun diperkirakan telah menyebabkan kematian tokoh terkenal seperti penulis Inggris dan penyair Rudyard Kipling, penemu pesawat, Wilbur Wright, dan Kekaisaran Yunani Alexander Agung. Epidemi tercatat paling awal terjadi di Jamestown, VA mana diperkirakan bahwa 6. Penyakit ini jarang terjadi di Amerika Serikat dan negara-negara maju, tetapi selalu menimbulkan risiko munculnya.

Spesies-spesies Salmonella dapat bergerak bebas dan menghasilkan hidrogen sulfida. Salmonella dinamai dari Daniel Edward Salmon, ahli patologi Amerika, walaupun sebenarnya, rekannya Theobald Smith yang terkenal akan hasilnya pada anafilaksis yang pertama kali menemukan bakterium tahun pada tubuh babi.

Habitat Inang bagi Salmonella adalah usus halus manusia dan hewan. Makanan dan minuman terkontaminasi merupakan mekanisme transmisi kumanSalmonella dan carrier adalah sumber infeksi. Salmonella typhi bisa berada dalam air, es, debu, sampah kering yang bila organisme ini masuk ke dalam vehicle yang cocok daging, kerang dan sebagainya akan berkembang biak mencapai dosis infekti.

Dimensi Bakteri berbentuk batang, tidak berspora dan tidak bersimpai tetapi mempunyai flagel feritrik fimbrae , pada pewarnaan gram bersifat gram negatif, ukuran 2- 4 mikrometer x 0.

Makanan dan minuman terkontaminasi merupakan mekanisme transmisi kuman Salmonella dan carrier adalah sumber infeksi. Dimensi Bakteri berbentuk batang, tidak berspora dan tidak bersimpai tetapi mempunyai flagel feritrik fimbrae , pada pewarnaan gram bersifat gram negatif. Salmonella typhy masuk kedalam tubuh manusia melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi.

Bakteri masuk kesaluran cerna, usus selanjutnya melalui aliran darah masuk kehati, limfa, sumsum tulang dan empedu. Sacara bertahap dalam waktu 8 — 14 hari setelah terinfeksi bakteri Salmonella biasa menimbulkan gejala demam tifoid berupa : demam, sakit kepala, lemah dan lelah, sakit tenggorokan, nyeri perut dan diare terutama anak-anak atau konstipasi atau sembelit terutama orang dewasa memasuki minggu kedua, pada penderita biasa timbul bercak kecil kemerahan rose sport dibagian bawah dada atau bagian atas perut, yang biasanya hilang dalam hari.

Penyakit ini biasanya berlangsung 3 — 5 minggu, diikuti komplikasi utama berupa perdarahan pada saluran pencernaan dan perporasi usus disertai peritonitis. Pemeriksaan laboratorium yang biasa dilakukan dalam mendiagnosa demam tifoid adalah isolasi bakteri, uji serelogi dan uji molekuler. Uji serologi demam tifoid dengan mendeteksi antibody spesifik terhadap komponen antigen Salmonella typhy maupun mendeteksi antigen itu sendiri.

Beberapa uji serologi yang dapat digunakan pada demam tifoid ini meliputi : uji widal, uji dipstick, tes tubex, uji enzyme-linket immunosorbent assay ELISA.

Rumusan masalah 1. Mengetahui struktur antigen salmonella typhi. Mengetahui fektor virulensi pada salmonella typhi. Mengetahui sifat bakteri salmonella typhi. Mengetahui penyakit yang ditimbulakan oleh bakteri Salmonella typhi.

Mengetahui cara pemeriksaan laboratorium atas bakteri Salmonella typhi. Mengetahui cara pengobatan dari penyakit yang ditimbulkan oleh salmonella typhi. Mengetahui cara pencegahan dari pada bakteri Salmonella typhi. Tujuan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut : 1.

Untuk mengetahui struktur antigen salmonella typhi. Untuk mengetahui fektor virulensi pada salmonella typhi. Untuk mengetahui sifat bakteri salmonella typhi. Untuk mengetahui penyakit yang ditimbulakan oleh bakteri Salmonella typhi. Untuk mengetahui cara pemeriksaan laboratorium atas bakteri Salmonella typhi. Untuk mengetahui cara pengobatan dari penyakit yang ditimbulkan oleh salmonella typhi. Defenisi Salmonella typhi merupakan salah satu spesies bakteri salmonella yang berbentuk basil, gram negatif, fakultatif aerob, bergerak dengan flagel pertrich, mudah tumbuh pada perbenihan biasa dan tumbuh baik pada perbenihan yang mengandung empedu yang apabila masuk kedalam tubuh manusia akan dapat menyebabkan penyakit infeksi S.

Gejala demam tifus meliputi demam, mual-mual, muntah dan kematian S. Infeksi Salmonella dapat berakibat fatal kepada bayi, balita, ibu hamil dan kandungannya serta orang lanjut usia. Hal ini disebabkan karena kekebalan tubuh mereka yang menurun. Kontaminasi Salmonella dapat dicegah dengan mencuci tangan dan menjaga kebersihan makanan yang dikonsumsi. Struktur antigen a.

Antigen O Antigen O merupakan somatic yang terletak dilapisan luar tubuh kuman. Struktur kimianya terdiri dari lipopolisakarida.

Antigen ini tahan terhadap pemenasan oC selama jam, alcohol dan asam yang encer. Antigen H Antigen H merupakan antigen yang terletak di plagella, pibriae atau fili Salmonella typhi dan berstruktur kimia protein. Antigen ini tidak aktif pada pemanasan di atas suhu 60 oC, dan pemberian alcohol atau asam.

Antigen Vi Antigen Vi terletak dilapisan terluar Salmonella typhi kapsul yang melindungi kuman dari pagositas dengan struktur kimia glikolitid. Akan rusak bila dipanaskan selama 1 jam pada suhu 60oC, dengan pemberian asam dan fenol. Antigen inidigunakan untuk mengetahui adanya karier. OMP ini terdiri dari 2 bagian yaitu proteinnonporin. Faktor Virulensi Salmonella typhi memiliki kombinasi karakteristik yang menjadikannya patogen efektif. Spesies ini berisi endotoksin khas dari organisme Gram negatif, serta antigen Vi yang ini diyakini akan meningkatkan virulensi.

Hal ini juga memproduksi dan mengeluarkannya protein yang dikenal sebagai "invasin" yang memungkinkan sel-sel non-fagosit untuk mengambil bakteri, di mana ia dapat hidup intrasel. Hal ini juga mampu menghambat meledak oksidatif leukosit, membuat respons imun bawaan tidak efektif.

Epidemiologi Pertemuan manusia untuk Salmonella typhi dilakukan melalui rute fecal-oral dari individu yang terinfeksi kepada orang sehat. Kebersihan miskin pasien shedding organisme dapat menyebabkan infeksi sekunder, serta konsumsi kerang dari badan air tercemar.

Sumber yang paling umum infeksi, bagaimanapun, adalah minum air tercemar oleh urin dan kotoran individu yang terinfeksi. Ukuran inokulum estimasi untuk infeksi adalah Demam Tifoid juga merupakan infeksi laboratorium kedua yang paling sering dilaporkan.

Masuknya spesies ini bakteri ke dalam tubuh manusia yang paling sering dicapai dengan konsumsi, dengan pentingnya diketahui transmisi aerosol. Setelah tertelan, organisme berkembang biak di usus kecil selama periode minggu, sungsang dinding usus, dan menyebar ke sistem organ dan jaringan lain. Pertahanan tuan rumah bawaan melakukan sedikit untuk mencegah infeksi karena inhibisi lisis oksidatif dan kemampuan untuk tumbuh intrasel setelah pengambilan.

Transmisi Salmonella typhi hanya terbukti terjadi dengan rute fecal-oral, sering dari individu asimtomatik. Sebuah contoh yang terkenal adalah "Tifus" Maria Mallon, yang adalah seorang penangan makanan bertanggung jawab untuk menginfeksi sedikitnya 78 orang, menewaskan 5. Pembawa ini sangat menular menimbulkan risiko besar bagi kesehatan masyarakat karena kurangnya gejala penyakit terkait. Kerusakan yang disebabkan oleh demam tifoid adalah reversibel dan terbatas jika pengobatan dimulai pada awal infeksi.

Penularan Adapun cara penularan dari penyakit typhus adalah sebagai berikut: 1. Melalui daging, telur, susu yang berasal dari hewan sakit yang dimasak kurang matang. Setelah sembuh dari penyakitnya, penderita akan kebal terhadap typhus, untuk waktu cukup lama. Interksi ulang reinfeksi dapat terjadi, tetapi biasanya gejalanya sangat ringan.

Makanan penderita dapat juga menjadi karier karena bakteri menetap dan berkembang biak dalam kandung empedunya. Bahan yang berbahaya untuk penularan adalah feses penderita atau karier. Cara Pemeriksaan Laboratorium Untuk keakuratan dalam penegakan diagnosa penyakit, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan laboratorium diantaranya pemeriksaan darah tepi, pemeriksaan Widal dan biakan empedu. Pemeriksaan darah tepi merupakan pemeriksaan sederhana yang mudah dilakukan di laboratorium sederhana untuk membuat diagnosa cepat.

Akan ada gambaran jumlah darah putih yang berkurang lekopenia , jumlah limfosis yang meningkat dan eosinofilia. Pemeriksaan Widal adalah pemeriksaan darah untuk menemukan zat anti terhadap kuman tifus. Reaksi widal adalah suatu reaksi serum sero-tes untuk mengetahui ada tidaknya antibody terhadap salmonella tyhpi, dengan jalan mereaksikan serum seseorang dengan antigen O, H, dan Vi dari laboratorium. Bila terjadi aglutinasi, dikatakan reaksi widal posotif yang berarti serum orang tersebut mempunyai antybody terhadap salmonella tyhpi, baik setelah vaksinasi, setelah sembuh dari penyakit thypus ataupun sedang menderita thypus.

Reaksi widal negatif artinya tidak memiliki antybody terhadap salmonella thypi. Reaksi widal dipakai untuk menegakkan diagnosa penyakit thypus abdominalis. Diagnosa demam Tifoid pasti positif bila dilakukan biakan empedu dengan ditemukannya kumanSalmonella typhi dalam darah waktu minggu pertama dan kemudian sering ditemukan dalam urine dan faeces.

Sampel darah yang positif dibuat untuk menegakkan diagnosa pasti. Sample urine dan faeces dua kali berturut-turut digunakan untuk menentukan bahwa penderita telah benar-benar sembuh dan bukan pembawa kuman carrier.

Sedangkan untuk memastikan apakah penyakit yang diderita pasien adalah penyakit lain maka perlu ada diagnosa banding. Bila terdapat demam lebih dari lima hari, dokter akan memikirkan kemungkinan selain demam tifoid yaitu penyakit infeksi lain seperti Paratifoid A, B dan C, demam berdarah Dengue fever , influenza, malaria, TBC Tuberculosis , dan infeksi paru Pneumonia.

Kadang makanan diberikan melalui infus sampai penderita dapat mencerna makanan. Jika terjadi perforasi usus, diberikan antibiotik berspektrum luas karena berbagai jenis bakteri akan masuk ke dalam rongga perut dan mungkin perlu dilakukan pembedahan untuk memperbaiki atau mengangkat bagian usus yang mengalami perforasi.

Diberikan sampai dengan 7 hari bebas panas. Vaksin ini hanya diberikan kepada orang-orang yang telah terpapar oleh bakteri Salmonella typhi dan orang-orang yang memiliki resiko tinggi termasuk petugas laboratorium dan para pelancong. Adapun untuk mencegahnya adalah melakukan hal-hal berikut: 1.

HONEYWELL TELECOMMAND PDF

Makalah Salmonella Typhi

Aji biokimia S. Arease negatip, nitrat direduksi menjadi nitrit, lysin dan ornithin dekarboksilase positip, laktosa, sukrosa, salisin dan inositol tidak difermentasi. Aji 4NP8 negatip karena tidak menghasikan enFim betha galaktosidase sehingga bakteri tidak dapat memfermentasikan laktosa, oleh karena itu strain bakteri S. Patogenitas S. Penyakit ini khusus menyerang manusia, bakteri ini ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh kotoran atau tinja dari seseorang pengidap atau penderita demam typo id. Penularan S.

LIBRO ECUACIONES DIFERENCIALES DENNIS ZILL 9 EDICION PDF

Pengertian Bakteri Salmonella dan Ciri-Ciri Bakteri Salmonella

Meskipun banyak rintangan dan hambatan yang kami alami dalam proses pengerjaannya, tapi kami berhasil menyelesaikannya dengan baik. Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing yang telah membantu kami dalam mengerjakan makalah ini. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman mahasiswa yang juga sudah memberi kontribusi baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan makalah ini. Tentunya ada hal-hal yang ingin kami berikan kepada masyarakat tentang isi dari makalah ini. Karena itu kami berharap semoga makalah ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama. Pada bagian akhir, kami akan mengulas tentang berbagai masukan dan pendapat dari orang-orang yang ahli di bidangnya, karena itu kami harapkan hal ini juga dapat berguna bagi kita bersama.

BYOMKESH SAMAGRA PDF

Habitat Inang bagi Salmonella adalah usus halus manusia dan hewan. Makanan dan minuman terkontaminasi merupakan mekanisme transmisi kuman Salmonella dan carrier adalah sumber infeksi. Salmonella typhi bisa berada dalam air, es, debu, sampah kering yang bila organisme ini masuk ke dalam vehicle yang cocok daging, kerang dan sebagainya akan berkembang biak mencapai dosis infekti. Dimensi Bakteri berbentuk batang, tidak berspora dan tidak bersimpai tetapi mempunyai flagel feritrik fimbrae , pada pewarnaan gram bersifat gram negatif. Salmonella typhy masuk kedalam tubuh manusia melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Bakteri masuk kesaluran cerna, usus selanjutnya melalui aliran darah masuk kehati, limfa, sumsum tulang dan empedu. Penyakit ini biasanya berlangsung 3 — 5 minggu, diikuti komplikasi utama berupa perdarahan pada saluran pencernaan dan perporasi usus disertai peritonitis.

JADUAL PENUH EURO 2012 PDF

Pengobatan 1. Perawatan umumPasien demam tifoid perlu dirawat dirumah sakit untuk isolasi, observasi dan pengobatan. Paasien harus tirah baring absolut sampai minimal 7 hari bebas demam atau kurang lebihselama 14 hari. Maksud tirah baring adalah untuk mencegah terjadinya komplikasi perdarahan usus atau perforasi usus. Mobilisasi pesien harus dilakukan secara bertahap,sesuai dengan pulihnya kekuatan pasien.

Related Articles